Saya jalan dua hari ini dengan hati yang sangat rapuh, tapi entah mengapa meski demikian “senyum” di wajah saya tak pernah pudar.
Saya berfikir dan terus menghibur diri sendiri, untuk bisa kembali bangkit dan bercermin dari masa lalu bahwa “masalah yang ada sekarang belum sebesar yang sebelumnya”.
Entah sepertinya dewi keikhlasan sedang berpihak terhadap saya. Tepatnya ada keinginan yang kuat dalam hati saya bahwa saya harus lebih baik dari sebelumnya. Dalam arti lebih baik dalam segala termasuk percintaan.
Sahabat-sahabat menguatkan saya dengan kata-kata mereka “diri lo terlalu berharga menangisi lelaki yang ga bisa menghargai lo”. So, saya yakin bahwa saya tidak akan pernah menyesal kehilangannya tapi dia yang akan menyesal kehilangan saya suatu saat nanti Allah akan tunjukan jalan-Nya.
Rasanya hati ini benar-benar sakit, gimana tidak sakit, baru setelah 2 tahun bisa kembali menyayangi seseorang dan sekalinya bisa “saya kembali disakiti”. Euhhh, rasanya tidak enak sekali. Tapi itulah kehebatan Tuhan, Dia membuat saya bisa dan kuat.
Saya bisa menahan tangis saya dengan kasih sayang para sahabat dan keluarga.
Saya bisa menahan rasa mual saya dengan banyolan dan kekonyolan orang-orang disekeliling saya.
Saya bisa tetap berdiri tegak karena akhirnya Tuhan memampukan saya untuk menjadi kuat.
Cinta…
Inilah indahnya cinta
Kita tidak pernah tahu “siapa yang nantinya kita cinta” tapi sekali terjadi bahagia atau duka akhirnya “itu urusan Sang Illahi”.
Tetap bersyukurlah..
Karena orang yang salah akan semakin mempersiapkan dirimu menjadi lebih baik untuk bertemu dengan orang yang tepat pilihan Tuhan..
Terima kasih Tuhan