Sunday, 13 January 2013

Ibu Lebih Memilih menjadi ibumu, nak...

ada sebuah tulisan...yang mungkin bisa membuat kaget, cerming, diam, terharu, bahkan menangis setelah membacanya...

 

"nak...

Bila ibu boleh memilih

Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu

Maka ibu akan memilih mengandungmu...

Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

 

Sembilan bulan nak...engkau hidup di perut ibu

Engkau ikut kemanapun ibu pergi

Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan

Engkau menendang rahim ibu ketika kau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata...


nak...

Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu

Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu

Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga

Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan keluar ke dunia sangat ibu rasakan

Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum di antara peluh dan erangan rasa sakit,

Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

 

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah...saat paling membahagiakan

Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah

Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,

Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

 
nak..

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,

Maka ibu memilih menyusuimu,

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekalimu dengan tetesan-tetesan dan tegukan-tegukan yang sangat berharga

Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu,

Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

 

nak...

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat

Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle

Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

 

Tetapi nak...

Hidup memang pilihan...

Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana

Maka maafkanlah nak

Maafkan ibu...

Maafkan ibu...

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,

Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak...

Sepi dan kesedihanmu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak...

Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...."

 

It's time to hug and kiss her

Do not hurt her again..

 

Thanks to my Mom.....