8 bulan waktu yang cukup singkatl untuk menjalaninya. Waktu yang sangat berat untuk melewatinya tanpa air mata. Waktu yang keras yang memaksa Saya untuk dapat tampil bahagia dan tetap menebarkan senyum di wajah. Waktu yang membuat Saya belajar tentang “apa arti sebuah kehilangan”.
Saya hanya bisa tersenyum saat ini, memikirkan dan mengingat kembali masa-masa itu. Tak percaya rasanya Saya akhirnya bisa bangkit dan melewatinya. Ternyata Saya bisa, semua di luar dugaan Saya. Keadaan mendesak yang akhirnya memampukan Saya melewati semuanya. Keinginan Saya yang kuat untuk bangkit membuat alam semesta memberikan Saya banyak jalan untuk bisa tegar, tersenyum, bahagia, dan bersyukur. Sekarang Saya bisa tersenyum lebar dan mengatakan “Ternyata Saya bukan perempuan yang lemah.”
Anyway,
Masa-masa itu telah berlalu. Sekarang kehidupan baru mengisi setiap waktu dengan orang-orang baru yang menggoreskan banyak cerita baru. Saya pahami sekarang skenario Tuhan untuk sebuah kehidupan, “bersusah-susah dahulu dan bersenang-senang kemudian”, itulah esensi dari segala ujian-ujian yang Tuhan percayakan.
7 (tujuh) nama baru masuk di dalam kehidupan Saya. Mengenal orang baru, berteman dengan karakter baru, dan berusaha membuka hati untuk salah satu dari mereka yang baru. Salah satu yang saat ini belum bisa Saya putuskan, karena hati entah mengapa masih ingin menunggu. Menunggu sesuatu yang datang yang bernama “cinta.” Meski cinta itu belum datang Saya tetap bahagia karena mereka yang berusaha menyempurnakan kembali hari-hari Saya.
HP bergetar, satu nama yang Saya harapkan muncul di layar.
HP berdering, satu suara yang Saya inginkan terdengar di telinga.
Ajakan “jalan-jalan”, satu orang yang Saya impikan.
“Satu” entah siapa, sampai saat ini Saya tidak tahu jawabnya.
Yah…itulah cinta.
Dia gak akan pernah datang saat kita harapkan.
Dia akan datang di saat waktu memang menginginkannya.
Dia akan masuk di saat hati memang memilihnya.
Dia…
Yang akhirnya mampu membuat Saya lepas tertawa;
Yang akhirnya mampu membuat Saya jujur kepada diri Saya bahwa Saya “memang mencintainya”.
*Dia…entah siapa
Saya hanya bisa tersenyum saat ini, memikirkan dan mengingat kembali masa-masa itu. Tak percaya rasanya Saya akhirnya bisa bangkit dan melewatinya. Ternyata Saya bisa, semua di luar dugaan Saya. Keadaan mendesak yang akhirnya memampukan Saya melewati semuanya. Keinginan Saya yang kuat untuk bangkit membuat alam semesta memberikan Saya banyak jalan untuk bisa tegar, tersenyum, bahagia, dan bersyukur. Sekarang Saya bisa tersenyum lebar dan mengatakan “Ternyata Saya bukan perempuan yang lemah.”
Anyway,
Masa-masa itu telah berlalu. Sekarang kehidupan baru mengisi setiap waktu dengan orang-orang baru yang menggoreskan banyak cerita baru. Saya pahami sekarang skenario Tuhan untuk sebuah kehidupan, “bersusah-susah dahulu dan bersenang-senang kemudian”, itulah esensi dari segala ujian-ujian yang Tuhan percayakan.
7 (tujuh) nama baru masuk di dalam kehidupan Saya. Mengenal orang baru, berteman dengan karakter baru, dan berusaha membuka hati untuk salah satu dari mereka yang baru. Salah satu yang saat ini belum bisa Saya putuskan, karena hati entah mengapa masih ingin menunggu. Menunggu sesuatu yang datang yang bernama “cinta.” Meski cinta itu belum datang Saya tetap bahagia karena mereka yang berusaha menyempurnakan kembali hari-hari Saya.
HP bergetar, satu nama yang Saya harapkan muncul di layar.
HP berdering, satu suara yang Saya inginkan terdengar di telinga.
Ajakan “jalan-jalan”, satu orang yang Saya impikan.
“Satu” entah siapa, sampai saat ini Saya tidak tahu jawabnya.
Yah…itulah cinta.
Dia gak akan pernah datang saat kita harapkan.
Dia akan datang di saat waktu memang menginginkannya.
Dia akan masuk di saat hati memang memilihnya.
Dia…
Yang akhirnya mampu membuat Saya lepas tertawa;
Yang akhirnya mampu membuat Saya jujur kepada diri Saya bahwa Saya “memang mencintainya”.
*Dia…entah siapa
No comments:
Post a Comment